Putra Gantiwarno
Selamat datang, terima kasih atas kunjungannya. Salam perdamaian

Budidaya Ulat Hongkong dan Tips Ternak Ulat Hongkong

Gambar terkait ulat hongkong cukup banyak dikembangkan di Indonesia. Bahkan perkembangan bisnis ulat ini juga semakin menjamur. Hal ini tidak lepas dari peningkatan pasarnya yang tergolong prospek.
Memang sasaran pasar dari budidaya ulat Hongkong, banyak ditunjukan kepada para pemelihara burung, baik skala perorangan maupun peternak. Diprediksi masa depan dari bisnis ini akan sangat cerah.
Sebab seiring berjalannya waktu, banyak kolektor dan peternak burung kicau yang memakai ulat ini sebagai pakannya. Salah satu alasannya adalah karena ulat hongkong dinilai memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap dan dibutuhkan oleh burung.
Nah, jika Anda tertarik untuk melakoni bisnis ini. Berikut ini ada tips dan cara budidaya ulat hongkong yang bisa kamu praktekkan di rumah.

Cara Mudah Memulai Usaha Budidaya Ulat Hongkong Sebagai Pakan Burung

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk merintis usaha budidaya Ulat Hongkong sebenarnya cukup mudah. Hanya perlu beberapa persiaan saja kita sudah bisa melakukan budidaya ulat hongkong. Nah, supaya lebih jelas, berikut ini ada beberapa langkah pemeliharaan, yang bisa kamu praktikan.

1. Siapkan Alat dan Bahan untuk Budidaya Ulat Hongkong

Sebelum memulai budidaya ulat Hongkong, kamu wajib untuk menyiapkan peralatan dan bahan kerja yang dibutuhkan. Berikut ini beberapa alat dan bahan yang harus kamu sediakan:
  • Tiga buah tempat (toples) kosong, lengkap dengan tutupnya.
  • Oatmeal/havermut yang kering.
  • Kapas secukupnya.
  • Indukan ulat Hongkong 2 kg, berisi kurang lebih 500-1000 ekor.
  • Pakan ulat, berupa ampas tahu/ dedak/ pur/ sayuran.

2. Memilih Induk yang Berkualitas

Selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah memilih indukan unggul yang berkualitas. Dalam memilih indukan, tidak boleh sembarangan, namun harus yang benar-benar berkualitas tinggi. Hal ini dilakukan agar produk anakannya nanti juga memiliki kualitas yang serupa.
  • Indukan unggul bisa dilihat dari ukuran fisiknya, yaitu mempunyai panjang rata-rata 15 mm, dengan lebar kurang lebih 4 mm.
  • Untuk satu kali budidaya ulat Hongkong, sebaiknya Anda menyiapkan induk Ulat Hongkong kurang dari 2 kg, atau berisi 500-1000 ekor. Pembatasan jumlah ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan perkembangan ulat tersebut. Sehingga semuanya bisa berubah menjadi bentuk kepompong dalam ukuran yang besar-besar.
  • Tempatkan induk-induk tersebut ke dalam toples yang dasarannya sudah dilapisi oatmeal setebal 2.5 cm. Lapisan inilah yang akan digunakan untuk tumbuh kembang dari ulat ini.

3. Pemberian Pakan untuk Indukan Ulat Hongkong

Selanjutnya yang harus kamu perhatikan betul adalah urusan pakannya. Jangan lupa untuk memberikan pakan yang bernutrisi dan diberikan secara berkala. Hal ini ditujukan untuk menunjang perkembangan indukan dari budidaya ulat hongkong agar perkembangbiakannya optimal. Ada beberapa hal terkait dengan akan yang mesti kamu perhatikan.
  • Adapun jenis pakan yang biasanya diberikan kepada induk ulat Hongkong adalah ampas tahu, dedak atau pur / voer pakan ayam.
  • Dalam memberi pakan tidak perlu dilakukan setiap hari, tapi cukup 4 hari sekali.
  • Jumlah pakan yang diberikan harus memenuhi standar yang telah ditentukan. Untuk berat indukan 2 kg, cukup disuplay pakan sebanyak 2 kg untuk sekali makan.
  • Sangat disarankan untuk menambahkan potongan sayuran segar atau buah-buahan. Sebab buah dan sayuran tersebut berfungsi sebagai sumber kelembapan. Sehingga akan menunjang tumbuh kembang ulat Hongkong yang memang cocok hidup di area yang bersuhu lembab.

4. Pemisahan Kepompong Hasil Budidaya Ulat Hongkong

Dalam seminggu setelah perawatan, biasanya indukan akan berubah menjadi kepompong. Maka langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah memisahkannya ke dalam toples yang lain. Toples ini lah nantinya yang akan jadi media berkembang untuk ulat hongkongnya. Nah, ada prasyarat yang mesti kamu lakukan saat memindahkan keomong ulat hongkong tersebut ke toples baru.
  • Adapun toples yang digunakan untuk memisahkan kepompong harus sudah dilapisi dengan oatmeal/ havermut sebelumnya.
  • Saat memindahkannya, kamu harus telaten dan hati-hati. Sebab cangkang kepompong akan gampang sekali rusak dan mati. Untuk itu, sebaiknya Anda pindahkan sedikit demi sedikit, secara perlahan-lahan.
  • Proses peletakan dan penempatannya pun tidak boleh sembrono. Usahakan antara satu kepompong dengan kepompong yang lain tidak saling bertindihan. Sebab selain bisa merusak fisik cangkang, juga menyebabkan kepompong gagal berkembang, bahkan mati.
  • Sebaiknya untuk hasil yang optimal, peletakan kepompong ulat hongkong tersebut disebar secara merata pada tempat lebar (nampan atau kotak kayu) yang sudah dilapisi dengan oatmeal diatasnya.
  • Nah, setelah semua kepompong sudah dikondisikan, tutuplah toples tersebut dengan koran secara rapat.

5. Siapkanlah Toples untuk Kumbang dari Kepompong Ulat Hongkong

Setelah menunggu kurang lebih sampai 10 harian, kepompong-kepompong tersebut akan berubah menjadi kumbang beras. Maka kamu harus secepatnya menyiapkan toples lain untuk para kumbang. Nah, toples tersebut yang nantinya akan digunakan kumbang-kumbang tersebut untuk bertelur.
Disinilah tahap budidaya ulat hongkong yang bisa dibilang tahap pertengahan. Dimana pada tahap ini kita akan menyiapkan kumbang yang akan kita panen ulatnya kelak. Sebelum melangkah ke proses tersebut, lakukan langkah-langkah berikut ini.
  • Sebelum memindahkannya, kamu harus memastikan bahwa tempat tersebut sudah dikondisikan. Caranya sama dengan melapisi permukaan bawah toples dengan kapas. Hal ini dilakukan untuk menjaga telur-telur kumbang, agar tidak pecah atau rusak.
  • Sebelum memindahkan kumbang ke tempat barunya, pastikan terlebih dahulu bahwa sayap-sayap kumbangnya telah berubah menjadi hitam.
  • Setelah itu tunggulah untuk beberapa hari, sampai kapas-kapas tersebut terisi dengan telur. Nah, saat kapas sudah terisi telur ulat hongkong, kamu harus rutin mengganti kapas lama dengan kapas yang baru yang masih belum terisi telur.
  • Kapas lama yang sudah terisi telur, harus segera dipisahkan dari kumbangnya, untuk proses penetasan.
  • Selama kumbang bertelur, Anda juga harus memperhatikan asupan pakannya. Makanan kumbang sebenarnya sama dengan ulat Hongkong, yaitu ampas tahu, dedak, atau pur / voer pakan ayam.
  • Berikan porsi makanan yang lebih sedikit dari jatah pakan ulat hongkong, yaitu sebanyak 100 gr per 3 hari sekali.

6. Proses Penetasan Telur Ulat Hongkong

Setelah telur dipisahkan dari kumbangnya, kamu hanya tinggal menunggu proses penetasannya saja. Biasanya untuk bisa menetas menjadi ulat, telur-telur tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 10 hari. Setelah telur menetas, maka budidaya ulat hongkong yang kamu lakukan bisa dibilang sukses. Hanya saja kamu harus mengurus telur yang menetas tersebut supaya ulat hongkongnya bisa hidu dan berkembang dengan baik.
  • Ulat yang baru saja menetas jangan langsung diambil, sebab masih terlalu kecil. kamu cukup membiarkannya saja sambil terus diberi pakan secara rutin dan sesuai porsi.
  • Nah, kamu bisa mengambil ulat-ulat kecil tersebut saat sudah berumur 30 hari untuk dipindahkan ke wadah yang lain. Sebab pada usia ini, sebenarnya kamu sudah diperbolehkan untuk memisahkan ulat-ulat tersebut ke tempat yang pembiakan yang berbeda untuk digunakan sebagai pakan atau dipasarkan.
  • Jika sudah menjadi ulat seperti ini, maka kamu bisa memberi makan mereka dengan sayuran seperti sawi, kol, kubis atau pakcoy.

7. Terus Periksa dan Amati Perkembangannya Budidaya Ulat Hongkong yang Kamu Ternakkan

Meskipun sudah banyak yang menetas menjadi ulat hongkong, sebaiknya kamu harus terus mengamati perkembangan telur-telur serta bibit ulat kecil yang baru saja menetas. Sebab perkembangan dari ulat ini tergolong cepat. Jadi erawatan dan emindahan yang kamu lakukan haruslah terkontrol penuh, jangan sampai terbengkalai. Untuk itu lakukanlah langkah-langkah perawatan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Namun ada sedikit tambahan yang perlu kamu perhatikan.
  • Perhatikan jumlah populasi dari ulat hongkong yang kamu budidayakan. Sebab hal ini akan mempengaruhi jumlah asupan pakan dan jumlah tempat yang harus kamu sediakan kedepannya.
  • Dampak buruk jika tidak seimbang dalam proses budidaya ulat hongkong, maka akan mempengaruhi kualitas ulat hongkong saat dipanen nantinya. Bisa jadi ulatnya kecil-kecil karena kurang asupan pakan atau bahkan banyak yang mati karena berdesakan.

8. Tips Tambahan untuk Memaksimalkan Budidaya Ulat Hongkong

Sebenarnya cara-cara diatas sudah cuku untuk membuat ternak ulat hongkong berhasil. Namun jika kamu ingin hasil yang jauh lebih saat panen nantinya, maka ada tips tambahan yang bisa kamu lakukan. Nah, untuk memaksimalkan dan meningkatkan keberhasilan budidaya ulat hongkong, maka sebaiknya kamu juga mengikuti tips-tips berikut ini:
  • Gantilah setiap makanan yang sudah busuk dan menjamur, dengan makanan baru yang masih segar, terutama untuk buah dan sayuran.
  • Ukuran toples harus disesuaikan dengan jumlah ulat. Maka sebaiknya harus proposional.
  • Meskipun menyukai suhu yang lembab, jangan sekali-kali menaruh toples yang berisi ulat didalam kulkas atau mesin pendingin lainnya.
  • Jangan menaruh ulat Hongkong terlalu banyak, ke dalam toples. Sebab akan menghambat tumbuh kembangnya.
  • Tidak perlu terlalu sering membersihkan toplesnya. Sebab akan mempengaruhi perubahan suhunya. Untuk itu, yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kesejukan ruangan dalam toples.
Kira-kira itulah beberapa langkah merintis bisnis budidaya ulat hongkong yang bisa kamu jadikan rujukan. Jika kamu masih ingin mencoba skala kecil maka tidak perlu menyediakan banyak indukan dan toples. Apalagi untuk keperluan pakan harian burung kicau mu, cukup sedikit saja beternak ulat hongkongnya.
Pastinya kamu harus segera mencobanya setelah membaca panduan budidaya ulat hongkong ini. Sebab tidak ada ruginya beternak ulat hongkong. Bahkan akan sangat menguntungkan jika kamu sedang beternak murai batu. Ulat hongkong bisa jadi akan unggulan dan bergizi tinggi. Tentunya sangat bagus untuk masteran murai batu yang berkualitas. Silahkan mencobanya di rumah.

Ternak Ulat Hongkong Untuk Pemula

Ulat Hongkong atau mealworm sangat bermanfaat untuk burung kicauan atau hewan peliharaan lain. Ulat hongkong menjadi pakan alami yang mengandung banyak protein dan kalori yang dibutuhkan oleh burung. Cara penyajiannya juga beragam, ada yang diberikan saat ulat masih berwarna putih, saat sedang ganti kulit, atau diberikan dalam bentuk ulat hongkong kering.
Sepanjang burung kicauan masih menjadi hobi dan masih dibudidayakan, usaha ternak ulat hongkong juga masih mempunyai prospek yang bagus. Hasil dari beternak ulat hongkong dapat untuk memenuhi kebutuhan piaraan sendiri atau dapat dijual ke konsumen.

Cara Ternak Ulat Hongkong

1. Pemilihan Induk

  • Sebaiknya pilih induk tidak lebih dari 2 kg agar ulat yang jadi kepompong ukurannya bisa besar (panjang rata-rata 15 mm dan lebar 4 mm). Ulat dewasa dengan panjang 15 mm dan lebar 3 mm (rata-rata) akan menjadi kepompong sekitar 7-10 hari secara bergantian.
  • Pengambilan kepompong dilakukan 3 hari sekali. Kepompong yang sudah dipisah kemusian di tempatkan di kotak tersendiri agar berubah menjadi kumbang secara serentak.
  • Pemilihan kepompong dilakukan 3 hari sekali. Pilih kepompong yang sudah berwarna putih kecoklatan. Ambil kepompong dengan hati-hati agar tidak lecet dan cacat, karena apabila lecet kepompong akan mati busuk. Kepompong yang sudah dipilih, ditaruh ditempat pemeliharaan yang telah diberi alas koran lalu ditutup lagi dengan kertas koran hingga rapat.
  • Kepompong akan berubah menjadi kumbang dalam waktu 10 hari. Kumbang yang sayapnya masih berwarna coklat jangan diambil dulu, biarkan sampai berwarna hitam mengkilat. Kumbang dengan ciri tersebut siap untuk ditelurkan. Setiap satu kotak, ditebari kumbang sekitar 250 gr, beri kapas sebagai alas untuk tempat bertelur.
  • Pembibitan ini dilakukan sampai 7 hari, dan diturunkan setelah 7 hari. Kumbang yang sudah terpisah dari kapas, diberi kapas lagi dan begitu seterusnya. Tingkat kematian pada kumbang bisa mencapai 2-4% sekali turun.
  • Kapas yang ada telurnya disimpan pada peti terpisah, dan telur akan menetas dalam waktu 10 hari. Setelah usia ulat mencapai 30 hari barulah kita pisahkan dari kapasnya.

2. Pemberian Pakan


  1. Untuk ulat bibit
  • Untuk satu kotak berikan makanan sekitar 500 gram setiap 4 hari sekali. Makanan diberikan dengan cara dikepal-kepal menjadi 3 bagian agar kepompong tidak tertimbun makanan. Apabila kepompong tertimbun, kepompong akan busuk.
  • Makanan untuk ulat bibit adalah ampas tahu dan dedek. Lebih baik jika dicampur dengan tepung tulang atau voer agar kepompong berukuran besar.
  • Pakan untuk kumbang diberikan 3 hari sekali. Dengan cara disebar merata sekitar 100 gr (jangan terlalu banyak).
  1. Untuk ulat kecil
  • Untuk ulat yang masih dalam kapas, berikan makanan berupa sosin, capcay atau selada yang sudah dijemur setengah kering dan cabut maksimal 4 lembar sampai habis.
  • Apabila makanan biasa diberi sebanyak 100 gr dengan cara disebar dan tunggu sampai makanan habis baru diberi lagi.
  • Untuk ulat yang sudah keluar dari kapas, pakan diberikan sebanyak 1 kg dengan cara dikepal dan disebar secara merata.
  • Ulat yang masih berukuran kecil (panjang 6 mm, diameter 1,5 mm saat umur 30-60), satu kotak diberikan sebanyak 2 kg.
  • Untuk ulat dewasa (umur 60-90 hari), pakan diberikan sebanyak 1,5-2 kg per kotak dengan cara dikepal dan disebar sedikit.
Untuk meningkatkan hasil panen ulat sutera, tambahkan VITERNA Plus sebagai nutrisi pakan ulat. VITERNA Plus dicampur dengan air kemudian disemprotkan ke daun murbei yang digunakan sebagai pakan ulat.

3. Tempat Peternakan

Hasil gambar untuk budidaya ulat hongkong
Akan lebih baik jika bagunan untuk ternak ulat telah terbuat secara permanen atau dari tembok pada sekelilingnya. Agar ulat-ulat terhindar dari hama tikus dan semut. Atapnya terbuat dari eternit, lantai terbuat dari tembok atau ubin dan 95% bangunan tertutup.
Suhu dalam ruangan sebisa mungkin stabil pada angka 29-30ÂșC dan selalu lembab. Artinya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Suhu pada angka tersebut merupakan suhu terbaik untuk ternak ulat hongkong. Hal ini penting karena suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan ulat.

4. Penyakit Yang Menyerang Ulat Hongkong

Ciri-ciri dan cara mengatasi ulat yang sedang terkena penyakit :
  • Kulit ulat berwarna kuning kehitam-hitaman. Jangan terlalu banyak diberi makan daun-daunan dan jangan terlalu banyak diberi dedak.
  • Ulat mati berwarna merah. Jangan diberi pakan yang terlalu basah. Hal ini harus segera diatasi karena penyakit ini menular dan menyerang dengan cepat.
  • Ulat mati berwarna hitam. Hal ini terjadi karena pemberian makan dengan cara disebar. Kondisi ini biasanya terjadi pada ulat dewasa yang berusia 1 sampai 3 bulan, oleh karena itu makanan yang diberikan sebaiknya dengan cara dikepal-kepal.
Hasil Produksi
  1. Kapasitas produksi dengan induk ulat dewasa sebanyak 1 kg
  2. Dari pembibitan 1 kg ulat dewasa usia 90 hari, akan menghasilkan kepompong sebanyak 900 gr secara bertahap dalam 10 kali pengambilan kepompong
  3. Dari 900 gr kepompong akan menghasilkan 700 gr kumbang sehat yang siap bertelur
  4. Dan dari 1 kg ulat bibit, akan dihasilkan 33,1 kg ulat siap jual dengan rincian :
  • 33,1 kg tersebut dapat dicapai apabila kematian kumbang hanya 1% dan makanan terjamin serta perkembangannya bagus
  • Makanan yang dibutuhkan untuk 1 kg induk sampai habis terjual adalah 50 kg ampas tahu kering, dedak 5 kg
  • Ampas tahu yang basah akan menyusut setelah diperas, dari 25 kg menjadi 15 kg kering dengan kadar air 15%

Manfaat Ulat Hongkong

  • Sebagai Makanan Burung

Hal ini juga dapat menghindari kebosanan yang dialami oleh burung jika hanya memakan makanan yang tidak variatif. Ulat hongkong dapat dijadikan makanan selingan sebagai pengganti makanan yang lain.
  • Meningkatkan Kualitas Suara Burung

Selain itu ulat hongkong juga dipercaya dapat meningkatkan kualitas suara (ocehan) dari burung-burung ocehan. Sehingga ulat hongkong cukup digemari oleh masyarakat umum dan para penggemar burung ocehan atau burung pemakan serangga lainnya.
  • Sebagai Pakan Ikan Hias

Ulat Hongkong adalah sejenis pakan alami yang dapat dijadikan makanan ikan, walaupun ulat hongkong biasa digunakan untuk makanan burung, tetapi bisa untuk makanan ikan dan kroto.ulat hongkong yang dimanfaatkan untuk pakan ikan hias, dapat bermanfaat mencermelangkan kulit pada ikan hias.
Ulat hongkong memiliki kandungan bermanfaat, maka tak heran jika memanfaatkan ulat hongkong sebagai pakan burung dan ikan pun sering dilakukan. Adapun kandungan yang terdapat dalam ulat hongkong, antara lain:
  1. Nutrisi
  2. Protein kasar
  3. Kadar abu
  4. Kandungan ekstrak non nitrogen
  5. Lemak kasar
  6. Air

Pro dan Kontra Ulat Hongkong

  1. Menyebabkan Kegemukan

Ulat hongkong dapat menyebabkan kegemukan pada burung peliharaan. Mengapa?. Karena menurut banyak sumber dan penelitian ulat hongkong mengandung banyak lemak, hal ini tentu akan menyebabkan kegemukan dan akan berdampak negatif bagi kesehatan burung.
  1. Menimbulkan Beberapa Penyakit Lain

Penggunaan ulat hongkong sebagai pakan burung juga dapat menimbulakan beberapa penyakit bagi burung peliharaan, seperti sakit mata dan juga pencernaan yang kurang baik. Hal ini biasa disebabkan karena ulat hongkong yang diberikan sebagai pakan burung tidak berkualitas.
  1. Bahaya Lain Ulat Hongkong

Ulat hongkong juga dipercaya bahwa dia masih dapat hidup selama beberapa detik jika kepalanya tidak hancur (terkunyah) saat dimakan oleh burung. Jika itu terjadi, maka tidak menutup kemungkinan bahwa ulat hongkong akan mengigit atau merusak organ dalam pada burung atau organ pencernaan, hal ini tentu akan tidak baik.
Demikian pembahasan mengenai Ternak Ulat Hongkong. Cara beternak ulat hongkong di atas dapat menghasilkan produksi ulat hongkong untuk kebutuhan sendiri atau untuk dipasarkan. Semoga bermanfaat.

Meracik Minuman Bernutrisi Tinggi Untuk Mendongkrak Produktifitas Semut Rangrang

Beternak semut rangrang atau semut merah penghasil kroto merupakan jenis peternakan yang relatif baru.
Sebuah peternakan di katakan baru, ketika belum di ketemukan standar baku pemeliharaan untuk bisa mendapatkan hasil produksi yang maksimal dalam peternakan tersebut.


Hasil gambar untuk minuman semut rangrang agar cepat bertelurKarena budidaya kroto relatif masih baru, peternak semut rangrang yang menjalankan usaha peternakan ini banyak melakukan uji coba untuk mendapatkan formula yang tepat untuk di terapkan dalam peternakannya.

Sudah menjadi hal umum, keberhasilan para peternak menemukan metode beternak semut rangrang yang terbukti paling menghasilkan, akan di rahasiakan oleh peternak semut rangrang yang menemukan cara beternak semut rangrang dengan metode terbaik.
Bukan hanya di rahasiakan, tapi metode tersebut juga di komersilkan oleh beberapa peternak dengan mengadakan pelatihan beternak kroto.

Kunci sukses yang paling banyak di rahasiakan dalam peternakan semut rangrang adalah mengenai metode pemberian pakan semut rangrang yang masih menjadi bahan pertanyaan sampai sekarang.

Cara Makan Semut Rangrang
Semut rangrang adalah jenis serangga yang mengkonsumsi makanannya dengan cara menghisap. Ketika kandungan air dalam makanan sudah habis, maka makanan tersebut akan di buang oleh "petugas kebersihan" dalam koloni semut rangrang tersebut.

Di alam bebas sebagai habitat asli, semut rangrang memangsa berbagai macam hewan untuk di jadikan sebagai sumber makanannya. Dari yang tubuhnya kecil sampai hewan yang memiliki tubuh lebih besar dari semut rangrang itu sendiri.

Kita dapat melihat semut rangrang sebagai serangga penghisap dari perilaku semut rangrang dalam memakan makanannya.
Setiap sumber makanan yang di angkut  ke dalam sarang, akan di keluarkan dalam keadaan kering setelah kandungan air dalam tubuh hewan yang menjadi mangsanya di hisap oleh koloni semut rangrang yang berada di dalam sarang.

Semut rangrang hanya mengkonsumsi kandungan nutrisi yang terdapat di dalam hewan yang menjadi makanannya.
Dalam mengkonsumsi makanannya ini, semut rangrang di bantu zat asam dengan kadar tinggi yang keluar dari mulutnya.
Zat asam ini membantu mengurai bagian tubuh mangsanya menjadi lebih mudah untuk di konsumsi.


Meracik Minuman Bernutrisi Tinggi Untuk Semut Rangrang
Dalam beternak semut rangrang, makanan yang kita berikan sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang sudah mencukupi kebutuhan nutrisi semut rangrang. Baik untuk bertahan hidup maupun untuk menunjang produktifitas dalam menghasilkan telur semut rangrang atau kroto.

Untuk memberikan makanan yang mencukupi kebutuhan koloni semut rangrang, tentu membutuhan biaya yang tidak sedikit.
Banyak peternak semut rangrang yang mengeluhkan rendahnya produktifitas dalam menghasilkan kroto, dan menanyakan suplemen atau makanan khusus yang dapat mendongkrak produktifitas semut rangrang.

Kalau makanan sudah tercukupi, baik secara kuantitas maupun kualitas nutrisi yang terkandung di dalam makanan tersebut, semut rangrang dengan sendirinya akan memberikan produktifitas terbaiknya.

Ketika semut rangrang merasa makanan yang kita berikan kurang mencukupi, semut rangrang akan menunjukkan perilaku lebih galak dan liar di banding ketika makanan yang kita berikan sudah lebih mencukupi.
Namun ketika makanan yang kita berikan kurang, semut akan sangat ganas dan liar seperti waktu pertama kali kita menangkapnya di alam liar.

Untuk menambah kualitas nutrisi dalam pakan pada peternakan semut rangrang yang kita pelihara, kita dapat memberikan asupan nutrisi tambahan melalui air gula yang menjadi minumannya.
Kebanyakan peternak hanya menggunakan air gula sebagai minumannya tanpa mencoba menambah kandungan nutrisi dalam air gula tersebut.

Kandungan nutrisi yang terdapat di dalam 100 gram gula pasir adalah sebagai berikut:
  • Energi Gula Pasir = 364 kkal
  • Protein Gula Pasir = 0 gr
  • Lemak Gula Pasir = 0 gr
  • Karbohidrat Gula Pasir = 94 gr
  • Kalsium Gula Pasir = 5 mg
  • Fosfor Gula Pasir = 1 mg
  • Zat Besi Gula Pasir = 0 mg
  • Vitamin A Gula Pasir = 0 IU
  • Vitamin B1 Gula Pasir = 0 mg
  • Vitamin C Gula Pasir = 0 mg
Melihat kandungan nutrisi yang terdapat di dalam gula pasir, kita dapat menyimpulkan, bahwa gula pasir adalah sebagai sumber energi untuk koloni semut rangrang.
Kita dapat menambah kandungan nutrisi yang terdapat dalam air gula yang kita berikan kepada semut rangrang yang kita pelihara, sehingga semut yang kita pelihara mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi untuk mendongkrak performa produksinya.

Untuk mendongkrak performa produksi semut rangrang dalam menghasilkan kroto, wiraternak pernah melakukan ujicoba pada semut rangrang yang wiraternak budidayakan dengan memberikan sedikit NEOBRO kedalam air gula.
Minuman bernutrisi untuk semut rangrang
Kemasan Box Neobro

Minuman bernutrisi untuk semut rangrang
Kandungan Neobro
Neobro sendiri aslinya merupakan vitamin untuk pertumbuhan yang berbentuk serbuk untuk mendongkrak pertumbuhan ayam, akan tetapi kandungan nutrisi yang terdapat didalamnya adalah kandungan nutrisi yang juga di butuhkan oleh semur rangrang.
Kandungan neobro adalah sebagai berikut:
  • Lysine= 10.000mg
  • Metionine =250 mg
  • Sodium salicytate=10.000 mg
  • Vitamin A =5.000.000 IU
  • Vitamin D3 = 500.000 IU
  • Vitamin E =2.500 IU
  • Vitamin K3= 1 g
  • Vitamin B1=2 g
  • Vitamin B2=4 g
  • Vitamin B6=6 g
  • Vitamin B12= 2 mg
  • Vitamin C =10.000 mg
  • Nikotinamid= 15 g
  • Calcium-D-pantotenat =5 g
  • Manganese=2 g
  • Zinc=2 g
  • Magnesium=5 g
  • Copper =400 mg
  • Cobalt =200 mg
Untuk 1 botol besar air mineral 1,5 liter, komposisi minuman yang wiraternak gunakan adalah gula pasir sebanyak  6 sendok makan, neobro sebanyak seperempat sendok makan.
Semakin banyak perbandingan neobro, semut semakin tidak menyukai minuman tersebut.

Racikan minuman tambahan yang wiraternak berikan, terbukti mampu meningkatkan performa produksi semut rangrang dalam peternakan.
Tapi perlu diingat, racikan minuman ini bukan untuk mengurangi jumlah pemberian makanan, melainkan untuk mendongkrak produktifitas semut rangrang yang kita pelihara.

Kandungan protein, asam amino, vitamin dan mineral yang terdapat dalam neobro mampu memberikan pengaruh positif dalam performa produksi semut rangrang untuk menghasilkan kroto.
Untuk menggunakan racikan minuman ini, alangkah baiknya di berikan setahap demi setahap supaya semut rangrang beradaptasi dengan jenis minuman baru ini. 
Jangan langsung di berikan komposisi racikan dalam jumlah besar sekaligus. Perbandingan dapat di berikan dengan menggunakan perbandingan sedikit demi sedikit, dan setiap hari di tambah jumlah perbandingannya.

Walaupun neobro memiliki kandungan yang bagus untuk di konsumsi semut rangrang, dalam penggunaannya tetap jangan berlebihan, karena justru akan membuat semut rangrang menjauhi minuman tersebut.

Memberikan makanan kesukaan semut rangrang tetap harus di berikan sesuai dengan porsi seperti biasanya.
Meminjam istilah, kita kalau belum makan nasi, ya sama saja belum makan.
Sama dengan semut rangrang, ada makanan pokok ada makanan tambahan.
Racikan minuman ini adalah makanan tambahan untuk menutupi kekurangan nutrisi yang terdapat di dalam makanan, pemberian racikan minuman ini sekedar untuk tujuan memberikan ketercukupan gizi pada koloni semut yang kita pelihara.

Apapun jenis ternaknya, selama nutrisi dan kenyamanan tempat pemeliharaan yang menjadi kebutuhan hewan ternak itu tercukupi, maka hewan ternak yang kita pelihara pasti akan memberikan performa terbaiknya.
Termasuk dalam hal ini semut rangrang, makanan cukup, nutrisi cukup, pasti kita akan mendapatkan kroto dalam jumlah yang memuaskan.

Salam sukses Peternakan
Semoga Bermanfaat

8 Makanan Semut Rangrang yang Bagus untuk Menghasilkan Kroto Super

Makanan Semut Rangrang – Semut rangrang atau kerangga merupakan semut penghasil kroto sebagai pakan burung pekicau.
Agar kroto yang dihasilkan semut rangrang berkualitas baik, atau kita biasa menyebutnya dengan kroto super, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah pemberian pakan semut rangrang.
Makanan semut rangrang yang diberikan haruslah juga memiliki kualitas yang baik, sebab pakan yang berkualitas menjadi sangat vital kalau kita ingin menghasilkan kroto super.
Hal yang harus kita hindari adalah kurangnya makanan semut rangrang, wadah pakan semut rangrang kosong, atau sejenisnya.
Kenapa?
Karena apabila hal-hal di atas terjadi, kemungkinan besar semut rangrang akan memakan telurnya sendiri. Jelas, hal seperti ini akan mengurangi kuantitas kroto yang nantinya akan kita panen.

Makanan Semut Rangrang agar Cepat Bertelur


Sebenarnya, hampir semua jenis serangga dapat digunakan sebagai pakan semut rangrang. Tetapi meskipun begitu, ada beberapa jenis serangga; makanan semut rangrang yang dapat membantu kita untuk menghasilkan kroto yang berkualitas. Di ataranya adalah,

1. Ulat Hongkong


ulat hongkong sebagai makanan semut rangrang
Ulat hongkong sebenarnya bisa langsung diberikan sebagai pakan burung, tetapi banyak juga yang menjadikannya sebagai pakan untuk semut rangrang, agar semut rangrang menghasilkan kroto berkualitas super.
Ulat hongkong ini diyakini mempunyai protein yang tinggi dan cukup baik bagi kualitas kroto yang dihasilkan semut rangrang.
Bila bermain matematika, begini, protein ulat hongkong + kroto semut rangrang = ?
Jelas menghasilkan kroto dengan kualitas yang tidak perlu dipertanyakan lagi.
Nantinya kroto super tersebut direkomendasikan sekali untuk dijadikan sebagai pakan burung; seperti burung kenari, burung jalak suren, murai, murai batu, lovebird, atau burung kacer.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak masyarakat yang membudidayakan ulat hongkong. Ini terntu berbanding lurus dengan pegiat burung kicau yang semakin hari semakin banyak.
Harga ulat hongkong ini terbilang cukup murah, berkisar Rp.5.000,-/ons dan cukup untuk 30 toples semut rangrang selama 7 hari.

2. Ulat Daun Pisang


ulat daun pisang sebagai makanan semut rangrang
Seperti halnya ulat hongkong, ulat pisang atau ulat daun pisang ini juga bisa langsung diberikan sebagai pakan burung tambahan (extra fooding).
Tetapi, bila dipakai untuk makanan semut rangrang … tentu rumus matematikanya seperti di atas tadi. Kroto yang dihasilkan akan berkualitas lebih bagus daripada kroto hasil semut rangrang yang tidak diberikan pakan ulat daun pisang.
Karena ulat pisang memiliki kandungan protein yang tinggi sama seperti ulat hongkong.
Ulat daun pisang ini diyakini sebagai makanan alami semut rangrang. Karena tidak jarang semut rangrang memakan ulat ini ketika sarangnya berdekatan dengan pohon pisang.
Nah, karena daun pisang ini merupakan tumbuhan yang sangat mudah sekali ditemui di Indonesia, maka kita bisa mencari ulat dan pisang sendiri.

3. Jangkrik


jangkrik sebagai makanan semut rangrang
Jangkrik termasuk makanan kesukaan semut rangrang. Namun karena sifat alami jangkrik yang sering melompat-lompat, maka pada saat akan memberi makan semut rangrang, jangkrik ini dilumpuhkan dahulu.
Jangkrik masih satu kerabat dengan belalang. Sampai hari ini, jangkrik masih mudah untuk ditemukan di alam. Atau kalau tidak mau ribet, di toko pakan burung biasanya juga ada yang menjual.
Kandungan protein dalam jangkrik ternyata lebih banyak daripada yang terdapat pada udang, ayam, bahkan sapi! Maka ini jelas sekali dapat meningkatkan kualitas kroto yang dihasilkan semut rangrang.

4. Belalang


belalang sebagai makanan semut rangrang
Belalang sangat bagus dijadikan pakan untuk semut rangrang. Di alam, semut rangrang juga sering memakan belalang. Oleh karena itu, bisa dibilang, belalang adalah makanan semut rangrang alami.
Seperti halnya jangkrik, karena sifatnya yang melompat-lompat dan terbang, maka dalam pemberian pakan semut rangrang menggunakan belalang ini, harus dilumpuhkan dahulu.

5. Cicak


cicak sebagai makanan semut rangrang
Bagi manusia, mungkin cicak termasuk hewan yang menjengkelkan karena suka buang kotoran sembarangan. Nah, kalau kita sedang membudidayakan kroto … hal tersebut dapat diminimalisir dengan menangkap cicak itu lalu diberikan sebagai makanan semut rangrang agar cepat bertelur.

6. Tulang Ayam


tulang ayam makanan kesukaan semut rangrang
Tulang ayam ternyata dapat membuat semut rangrang menghasilkan kroto yang berkualitas super. Caranya adalah dengan dipecahkan terlebih dahulu agar sumsum tulang ayamnya keluar. Sumsum tulang ayam inilah yang menjadi makanan kesukaan semut rangrang.
Sumsum tulang ayam dapat meningkatkan produksi kroto, dalam arti lain semut rangrang akan cepat bertelur dengan rutin diberikan sumsum tulang ayam. Atau bisa juga dengan sumsum tulang sapi, kambing, dll.

7. Cacing Tanah


makanan kesukaan semut rangrang cacing tanah
Cacing bisa digunakan sebagai extra food atau makanan tambahan bagi semut rangrang agar menghasilkan kroto berkualitas super.
Cacing tanah mengandung protein yang sangat tinggi. Selain itu, cacing memang menjadi makanan alami semut rangrang di alam.

8. Cairan Tebu atau Gula


cairan tebu makanan kesukaan semut rangrang
Pepatah mengatakan, “Ada gula, ada semut.”
Ya, tidak terkecuali semut rangrang. Semua semut suka gula. Di alam liar, semut rangrang mencari gula dari nektar bunga atau dari embun madu.
Nah, embun madu ini biasanya digunakan semut rangrang sebagai doping tambahan untuk membuat sarangnya.
Embun madu adalah cairan yang biasa dihasilkan oleh serangga-serangga penghisap cairan nektar. Embun madu biasa didapatkan semut rangrang di dalam sarangnya yang terbuat dari daun-daun muda di pucuk pohon.
Nah, di daun-daun itu biasanya hidup serangga penghasil embun madu seperti kutu daun, kutu putih, kutu perisai, dll. yang nantinya dijadikan sumber makanan di dalam sarang.
Bila kita ingin membudidayakannya di rumah, maka cairan gula ini bisa diganti dengan gula pasir yang dicampur air. Atau bisa juga dengan tebu. Memang, sih, direkomendasikan dari tebu karena kita tahu sendiri, kalau cairan tebu yang kita peras langsung tidak melewati dahulu pabrik.
Berbeda dengan gula yang sudah melewati tahap pabrik.

***
Nah, itu dia makanan kesukaan semut rangrang agar cepat bertelur dan menghasilkan kroto super. Bagi kalian yang sedang membudidayakan kroto di rumah, pakan semut rangrang di atas menjadi rekomendasi untuk digunakan sebagai pakan.
Semoga bermanfaat.

Tips Budidaya Ternak Semut Rangrang

Banyak para ‘pengusaha’ budidaya kroto yang gulung tikar; entah karena menyerah ataupun karena gagal.
Menurut sumber-sumber yang say abaca, kegagalan yang sering terjadi ternyata karena faktor ketidak tahuan para pembudidaya kroto terhadap perilaku semut rangrang.
Hal ini tentu biasa. Melihat potensi pasar dari bisnis budidaya ternak kroto ini yang besar, banyak orang-orang yang memulai bisnis ini karena ikut-ikutan …
… tanpa dibekali dengan kemauan untuk belajar bagaimana agar ternak kroto dapat berjalan secara maksimal.
Tidak sedikit yang seperti itu. Ada sekitar 75% yang mengawali proses beternak kroto karena faktor coba-coba, kabar burung, dll. lalu memulai tanpa parameter dan petunjuk. Otomatis saja, ilmu tentang per-kroto-annya standar. Itupun didapat dari teman.
Walhasil, dalam perjalanannya membudidayakan kroto, ketika ada masalah yang cukup kompleks .. mereka gagu, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Masalah yang Sering Terjadi dalam Budidaya Ternak Kroto


cara budidaya kroto super








Perilaku Semut Rangrang

  • Semut rangrang akan menjatuhkan diri ke lantai jika rak atau meja yang digunakan untuk sarang mereka kurang aman dan nyaman.
  • Semut rangrang akan masuk menceburkan diri ke air dan membuat jembatan dengan tubuh mereka, sehingga semut rangrang dengan ‘kasta’ yang lebih tinggi bisa ‘diselamatkan’; keluar dari penangkaran dengan melewati jembatan itu.
  • Sebagian semut rangrang akan menautkan badannya satu sama lain sehingga membentuk bandul jam. Bila sarang semut rangrang buatan yang dibuat dengan media toples, paralon, atau pun bambu terlalu dekat dengan dinding, kemungkinan besar semut rangrang ini akan kabur.
  • Semut migrasi secara massal ke tempat yang, menurut mereka, nyaman. Misalkan ketika kita menambahkan media alternatif di antara sarang semut rangrang buatan; baik itu sarang baru, atau wadah-wadah tambahan. Ketika semut rangrang merasa bahwa tempat itu lebih nyaman …
… karena derajat keasaman/pHnya lebih sesuai dengan mereka dibandingkan dengan toples tempat mereka dibudidayakan oleh penangkar, mereka akan berpindah.

Bibit Koloni Semut Rangrang yang Tidak Unggul

Masalah ini dimulai ketika kita membeli bibit. Ada beberapa kriteria yang harus kita perhatikan sebelum deal dengan penjual bibit koloni semut rangrang. Berikut adalah ciri-ciri bibit semut rangrang yang kurang unggul:
  • Bibit turunan ke empat dan seterusnya.
  • Warna semut rangrangnya cerah dan pucat
  • Semut rangrang tidak agresif
  • Pantan semut rangrang kecil/kurus
  • Badannya ramping/langsing
  • Jika menggigit, tidak terlalu sakit dan tidak mengeluarkan cairan feromon sebagai pertahanan diri

Akibat dari Masalah dalam Budidaya Ternak Kroto



Membudidayakan semut rangrang untuk menghasilkan kroto super sebetulnya tidak terlalu sulit seperti yang dibayangkan, juga tidak terlalu mudah seperti apa yang dikatakan orang.
Kuncinya adalah tekun dan tertib.
Dan langkah awal dari itu semua adalah berkenalan dengan semut rangrang, seperti apa makanan kesukaannya, bagaimana perilakunya, dll.
Pengetahuan tentang hal tersebut akan mempermudah kita dalam memperilakukan semut rangrang, sehingga budidaya kroto yang ktia jalankan akan berjalan lancar, minimalnya tidak akan banyak masalah kompleks.
Masalah-masalah yang sudah dikemukakan di atas sedikitnya akan berakibat seperti ini:
  • Proses perkembangbiakan semut rangrang akan berjalan lambat. Bahkan bisa dibilang jalan di tempat. Bila bibit yang kita beli kurang unggul, bisa dibilang kita sedang merawat bayi. Semut rangrang akan menjalani pertumbuhan ke tingkat dewasa dahulu. Hal ini tentu menjadi kesulitan tersendiri, sebab semut rangrang ‘bayi’ masih belum memiliki daya tahan tubuh yang baik.
  • Bila bibit koloni semut rangrang yang dibeli kurang unggul, kemungkinan terjadi kematian massal, besar.
  • Akan banyak masalah kompleks yang terjadi; yang tanpa pernah kita duga-duga sebelumnya.
  • Koloni semut akan berkurang, bukan bertambah banyak.
  • Koloni semut tidak bertambah, tidak juga berkurang. Jalan di tempat.
  • Semut rangrang usia produktif tidak maksimal kerjanya karena hanya makan dan minum.
  • Akan menelurkan kualitas semut rangrang yang kualitasnya lebih buruk dari bibit yang semula kita beli.
  • Pembudidaya akan menyerah. Euh.
Nah, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, ada beberapa tindakan yang harus dihindari agar semut rangrang yang kita ternak nyaman dan menghasilkan kroto yang baik.
Di sini akan disebutkan beberapa hal yang sebisa mungkin dihindari oleh para pembudidaya semut rangrang, ketika memutuskan untuk fokus pada bisnis ini.
  • Membuat rak/meja asal-asalan dan dekat dengan dinding.
  • Membeli bibit tanpa pengetahuan tentang ciri-cici bibit koloni semut rangrang yang unggul.
  • Memberikan makanan tanpa pengetahuan tentang makanan kesukaan semut rangrang.
  • Diganggu dengan dikunjungi tempat penangkaran terlalu sering dalam satu hari.
  • Memasang elemen di area pembudidayaan tanpa memperhatikan kebutuhan semut rangrang, seperti memasang lampu dengan daya berlebihan.

Solusi Permasalahan Budidaya Ternak Semut Rangrang



Berikut ini adalah beberapa solusi yang bisa diusahakan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang sering terjadi dalam membudidayakan semut rangrang agar menghasilkan kroto super.
  • Membuat rak/meja dengan baik dan benar dengan memperhatikan hal-hal yang harus dihindari di atas tadi; yaitu dekat dengan dinding. Diperhatikan juga kebersihannya.
  • Usahakan untuk tahap pertama (baru memulai membudidayakan kroto), membeli bibit yang unggul, agar semut rangrang yang berkembangbiak (bertelur di sarang buatan, lalu menjadi semut dewasa), kualitasnya selalu baik.
Bagaimana ciri-cici bibit koloni semut rangrang yang unggul? Baca di sini
  • Usahakan agar ‘pengurus’ kandang dibebankan pada satu orang saja supaya semut tidak mendeteksi adanya ancaman dari orang baru/predator (bukan tuannya).
  • Berikan makanan kesukaan semut rangrang agar berkembang biak dengan alami. Jangan berikan asupan yang sudah dimiliki semut rangrang secara alami. Misalnya madu.
  • Memasang elemen penunjang bila tepat waktunya saja. Misalkan dalam memasang lampu penerangan. Lampu memang dibutuhkan, tetapi harus disesuaikan keadaannya, bila sedang dalam masa pengembangbiakan semut rangrang (perbanyakan koloni semut rangrang), maka baiknya lampu diredupkan. Sementara bila sedang beternak (krotonya untuk dipanen), disesuaikan dengan jumlah koloni, yang terpenting jangan berlebihan.
***
Bisnis budidaya ternak kroto memang menguntungkan, oleh karena itu jangan memperlakukan semut rangrang secara asal-asalan jika ingin mendapatkan kroto berkualitas super.
Bisnis haruslah memiliki perencanaan, tidak terkecuali bisnis budidaya kroto ini.
Demikian artikel tentang hal-hal yang seharusnya dihindari; ‘pantangan’ pada saat melakukan pembudidayaan semut rangrang.
Semoga bermanfaat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More